ada beberapa hal yang bisa kita renungkan dari 6 cerita rakyat. Cirebon yang telah dibaca tersebut. 1. Cerita rakyat tersebut berstruktur cerita naratif, ada tokoh, tempat, peristiwa, dan sudah pasti ada pesan yang ingin. disampaikan. 2. Cerita rakyat itu berfungsi sebagai alat hiburan, alat. pendidikan, dan alat pewarisan nilai-nilai kearifan
Banyak versi tentang cerita Si Pahit Lidah, salah satunya adalah cerita kala dirinya beradu kesaktian dengan Si Mata Empat. Baca juga: Legenda Kebo Iwa dan Asal-usul Danau Batur . Berikut adalah cerita lengkap dari legenda Si Pahit Lidah yang bisa Anda simak. Baca juga: Lutung Kasarung, Cerita Rakyat Asal Jabar: Watak Tokoh dan Pesan Moral
kajian antropologi sastra: cerita rakyat lakipadada dan pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat [an antropology study on literature: the folklore of lakipadada and its influence in social life]
Temukan keajaiban dan pesonanya dalam drama 4 orang ini yang mengangkat cerita rakyat Indonesia! Nikmati aneka cerita rakyat yang menarik dan penuh makna dalam satu naskah drama yang seru dan menghibur. Jelajahi petualangan yang dipenuhi dengan intrik dan kebudayaan lewat lakon yang diperankan oleh empat aktor berbakat. Dapatkan pengalaman tak terlupakan dengan drama ini yang memikat hati dan
. Aku balik lagi mau share tentang Drama Keong Mas yang pernah Aku dan teman2ku perankan saat kelas XI Semester Genap, tepatnya kita tampil tanggal 16 Mei 2015. Ehmmm udah lama juga yaa â. Disekolah kami, Pementasan Drama merupakan salah 1 agenda wajib oleh beberapa guru pengampu pelajaran Bahasa Indonesia. Jadi, tidak semua kelas ada pementasan drama, hanya yg diampu oleh guru tertentu saja. Dan untuk kelas saya sendiri, waktu itu terbagi atas 5 kelompok dengan anggota 5-7 orang. Dan kelompok saya sendiri waktu itu terdiri dari 6 orang yang diantaranya 5 perempuan dan 1 laki-laki D. All Pemain Drama Keong Mas Kelompok kami memilih untuk memerankan Drama Keong Mas karena menurut kami karakter yang ada dalam kisah keong mas bisa cocok apabila diperankah oleh masing2 anggota kelompok kami. Walaupun untuk tokohnya terdapat 2 laki-laki tetapi tidak masalah diperankan oleh perempuan karena anggota kelompok kami tsb sedikit tomboiii Hehehe D. Untuk persiapan Drama Keong Mas kami menghabiskan ±2 minggu, dan kami waktu itu menggunakan cara Dubbing untuk pementasannya. Selain itu, kami juga menyisipkan beberapa lagu di dalam drama, agar penonton tidak bosan, kami waktu itu meyisipkan lagu dari Cita Citata Goyang Dumang & Goyang Caesar, jadi kami bukan hanya drama tapi juga berjoget ria saat pementasan wkwkwk âD. Joget Goyang Dumang duluuu D Selanjutnya saya akan memperkenalkan anggota kelompok saya dan perannya sebagai siapa di Drama Keong Mas.. 1. Diriku Sebagai Raja Daha 2. Jemima Wine Sebagai Galuh Ajeng 3. Angelica Septya Sebagai Galuh Chandra Kirana 4. Shelly Wulandari Sebagai Penyihir 5. Syaifana Diana Sebagai Raden Inu Kertapati 6. Vera Wati Sebagai Nenek / Mbok Rondo Okedeh, langsung saja bagi yang mau menggunakan Naskah Drama Keong Mas silahkan check it out!! Naskah Drama /DONGENGâKeong Masâ Tokoh 1. Raja Daha Diperankan oleh Azhar 2. Dewi Galuh Candra Kirana Diperankan oleh Angel 3. Galuh Ajeng Ajeng Diperankan oleh Jemima 4. Penyihir Diperankan oleh Shelly 5. Nenek dari Desa Dadapan Diperankan oleh Vera 6. Raden Inu Kertapati Diperankan oleh Syaifana 7. Narator ADEGAN 1 Pada Zaman Dahulu Kala, di Istana Kerajaan Daha , hiduplah seorang Raja bernama Raja Daha bersama dua putrinya yang cantik jelita. Putrinya yang bernama Dewi Galuh Candra Kirana adalah seorang perempuan yang ramah dan cantik. Dia akan dinikahkan dengan pangeran dari kerajaan kahuripan, Raden Inu kertapati. Raja Daha â Putriku, kemarilah!â Memanggil kedua putrinya Kirana Menghampiri Ada apa, pa? Ajeng Datang menyusul di belakang Kirana Apakah Papa juga memanggilku? Raja Daha Iya, putriku. Ada yang ingin Papa sampaikan pada kalian berdua. Besok, Raden Inu Kertapati dari kerajaan Kahuripan akan datang kemari. Ajeng Lalu kenapa? Apa hubungannya sama kami, pa? Raja Daha Papa sudah membuat perjanjian dengan Ayahnya, bahwa Papa akan menikahkan salah satu putri Papa dengan Raden Inu. Ajeng Berbinar senang Siapa diantara kami yang akan dinikahkan dengan Raden Inu, Papa? Raja Daha Kami sudah sepakat untuk menikahkan Candra Kirana dengan Raden Inu Kertapati.. Kirana Tersenyum gembira sambil menghampiri Raja Daha Thank you so much, PapaâŠAku sangat bahagia sekali. Pernikahan ini adalah impianku sejak kecilâŠ. Raja Daha Benarkah putriku? Kalau begitu memang tidak salah, Papa memilihmu sebagai calon isteri Raden Inu. Ayo, kita persiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan Raden Inu besok. Raja Daha dan Candra Kirana meninggalkan ruangan yang kini hanya dihuni oleh Galuh Ajeng . Meskipun Candra Kirana dan Ayahnya bahagia dengan pernikahan ini, ternyata Galuh Ajeng mempunya pendapat yang berbeda. Dia merasa marah dan kecewa. Ajeng âAku tidak setuju mengenai pernikahan ini! Kenapa harus Kirana yang dipilih dan bukan aku!? Padahal secara nyata jelas aku yang lebih cantik dari dia!! Huh, ini tidak adil! Hanya aku satu-satunya yang menjadi isteri Raden Inu!! Hanya aku, bukan Kirana! Sekarang apa yang harus kulakukan? Berpikir keras sembari mondar-mandir â AHA! Aku punya Ide yang cemerlang!â ADEGAN 2 Galuh Ajeng yang membuat sebuah rencana buruk untuk Kirana segera pergi ke dalam hutan untuk menemui seorang penyihir. Ajeng Permisi!! Apa ada orang di sini!?? Penyihir Oh, yes! Silahkan masuk gadis cantik, kemarilahâŠ. Ajeng Hmm, aku membutuhkan bantuanmu! Tolong bantu aku! Penyihir Kamu ingin aku melakukan apa? Ajeng Aku ingin pernikahan Kirana dengan Raden Inu dibatalkan!! Penyihir Manggut-manggut Oh..ya..yaâŠya aku mengerti maksudmu. Lalu kamu ingin aku melakukan apa untuk Kirana? Mengutuknya?? Kutukan apa yang kamu inginkan? Berupa racun mematikan atau aku mengutuknya terkena tetanus!!? Ajeng Semuanya aku serahkan padamu! Yang jelas aku ingin Kirana menderita!! Penyihir Ok, aku akan mengutuk Candra Kirana sehingga dia tidak dapat menikah dengan Raden Inu!! Ajeng Tersenyum senang Terimakasih atas bantuanmu, senang bekerja sama dengan penyihir sepertimu! Ini uang sebagai upah awal untukmu. Nanti kalau kutukanmu berhasil, aku akan memberikan lebih banyak lagi!! Penyihir Menerima uang itu Tentu saja! Sekarang aku akan mempersiapkan kutukan untuknya⊠Masuk ke dalam Ajeng Akan kutunggu kabar darimu, penyihir!! Sampai jumpa!! melambaikan tangan dan berbicara sendiri dengan sinisnya HahhaahahaâŠ..Candra Kirana, saudaraku yang malang!! Sungguh kasihan sekalin dirimu! Hahahaha!!! ADEGAN 3 Setelah meminta bantuan pada penyihir, Galuh Ajeng kembali ke Istana dan ingin bertemu Raja Daha. Ajeng PapaâŠpapaâŠpapa dimana? Ada yang ingin aku bicarakan!! Raja Daha Ada apa putriku? Ajeng Ini tentang Candra Kirana, Papa.â Pura-pura panik Raja Daha Ada apa dengannya? Ajeng DiaâŠdia ternyata selama ini menjalin hubungan dekat dengan salah satu pengawal kita, PaâŠ! Ini, aku menemukan surat cinta yang ditulis oleh Kirana untuk pengawal itu di kamarnya! Raja Daha Membaca surat itu dan murka APA??! Dasar gadis nakal, anak tak tahu diri! Sudah mau menikah malah bercinta sama pengawal kurang ajar itu! Ajeng Papa, sabar paâŠsabar⊠Menenangkan dan diam-diam dia tersenyum sinis Raja Daha Kirana!! Kirana!!! Kirana Ada apa , Pa? Raja Daha Ada apa, kamu bilang!? Baca ini!! Melempar surat itu ke muka Kirana Berani sekali kamu, yaaâŠ!! Kirana Membaca surat itu dan menggelengkan kepalanya dengan panik Oh, ini fitnah Papa! Aku tidak pernah melakukannya! Tolong Pa, percaya padaku! Raja Daha Cukup!! Keluar kamu dari istana ini! Keluar!! Kamu dengan pengawal brengsek itu, keluar!!! Kirana Menangis Tapi, PaâŠ.. Raja Daha KELUAR!!! ADEGAN 4 Candra Kirana merasa sangat sedih dan dia pun meninggalkan istana. Dia pergi ke pantai dan disana dia bertemu si Penyihir. Penyihir Hwahahahaha!! Halo, Candra Kirana! Apa kabarmu, Hah? Kelihatannya kamu sangat sedih hari ini? Hwahahaha⊠Kirana terkejut melihat si penyihir Siapa kamu? Kenapa kamu sangat buruk rupa?? Penyihir Diam! Aku ke sini untuk mengutukmu menjadi keong!! Saudara macam mana saudaramu itu hingga dia ingin aku mengutukmu!!? Kamu tahu, dia tidak setuju dengan pernikahanmu! Hwahahaha!! Kirana Apa? Galuh Ajeng mau mengutukku?! Penyihir Ya iyalah! Masa ya iya dong?? Dasar perempuan bodoh! Terima ini!! ABROKOKOK!! Hwahahaha!! Kirana AAAAA!!!! Berubah jadi keong Penyihir Hwahahaha!!!! Kamu hanya akan menjadi manusia pada waktu siang hari, tapi bila menjelang malam, kamu akan kembali menjadi keong!! Kutukan ini akan berakhir bila kamu bertemu dengan Raden Inu!! HwahahahaâŠByebye!!! ADEGAN 5 Candra Kirana telah dikutuk menjadi keong mas. Dan terdampar begitu saja di pantai Desa Dadapan. Suatu hari, ada seorang Perempuan tua sedang mencari ikan di pantai. Dia menemukan keong mas itu, dan membawanya pulang. Nenek Oh, keong yang sangat cantik!! Aku akan membawanya pulang! Setibanya dipondok, Nenek itu meletakkan keong cantik yang ia temukan di tempat yang aman. Lalu dia beristirahat sejenak di kursi Nenek Hufh, sampai jam segini aku belum juga mendapatkan ikan. Aku harus mencari ikan lagi, kalau tidak mendapat ikan, aku mau makan apa? Pergi keluar untuk mencari ikan Kirana Loh, kenapa aku bisa di sini? Oh iya, tadi kan ada seorang nenek yang membawaku. Kasihan sekali nenek itu, untuk makan saja dia harus mencari ikan terlebih dahulu. Aku akan membelikan makanan untuknya. Dengan uang yang dibawanya dari istana, Kirana membelikan makanan-makanan lezat untuk si Nenek. Makanan itu ditatanya rapi di atas meja. Ketika hari mulai menjelang malam, dan si Nenek belum juga pulang, Kirana harus kembali menjadi keong. Kirana AAAAA!!! Tidak lama kemudian Nenek pulang ke pondok sambil marah-marah. Nenek Sialan! Hari ini ikan-ikan pada kemana sih? Gara-gara dia aku tidak dapat makanan deh! Mau makan apa hari ini!? Terkejut melihat ada makanan di atas meja Wow, darimana makanan ini datang?? Kelihatannya lezat sekali!! Siapa yang berbaik hati memberikannya untukku ya? Ya,sudahlahâŠyang penting sekarang aku makan dulu. Keesokan harinya, Kirana kembali menyediakan makanan untuk sang Nenek. Tapi dia tidak tahu kalau hari ini Nenek akan pulang lebih cepat dari biasanya karena lagi-lagi tidak memperoleh ikan. Kirana Mumpung Nenek belum pulang lebih baik aku segera menyiapkan makanan untuknya⊠menata makanan di atas meja Nenek Pulang dan kaget melihat Kirana Hah, siapa gadisitu? Bicara sendiri lalu menegur Kirana Siapa Kamu?? Kirana Menoleh kaget AkuâŠ.akuâŠaku Candra Kirana. Nenek Apa? Candra Kirana? Yang benar? Kirana Iya, aku Candra Kirana putri Raja Daha. Nenek Kalau begitu, kenapa kamu bisa ada di sini? Kirana Andalah yang membawaku ke sini. Aku adalah keong mas yang anda temukan kemarin, Nek⊠Nenek Apa? Kamu adalah keong mas itu? Bagaimana bisa? Kirana Aku dikutuk, NekâŠ.oleh seorang penyihir. Kutukan itu atas keinginan saudaraku sendiri yang cemburu padaku.â Nenek Merasa iba Kasihan sekali dirimu, NakâŠNenek tidak tahu saudara macam apa saudaramu itu, hingga tega ingin mengutukmu! Tapi namanya manusia kalau sudah cemburu,âŠapapun dia lakukan! Huh, cemburu memang membingungkan, juga dapat membuat orang menderita. Ya, sudahâŠsementara kamu boleh tinggal di sini, NakâŠâ Kirana Terimakasih, Nek⊠ADEGAN 6 Sementara pada saat itu di kerajaan Kahuripan, Raden Inu yang mendengar kabar tentang Candra Kirana merasa tidak percaya mendengarnya. Dan dia mencoba mencari kebenarannya untuk membela Candra Kirana. Raden Inu Tidak mungkin Candra Kirana melakukan semua ini! Pasti ada seseorang yang menfitnahnya!! Aku harus mencari tahu siapa orang itu! Keluar dari Istana Di tengah perjalanan Raden Inu bertemu dengan penyihir. Penyihir Mengipas-ngipaskan amplop berisi uang HwahahahaâŠgue dapat uang banyak hari ini!! Untung saja gue berhasil menuruti permintaan Galuh Ajeng untuk mengutuk Candra Kirana dan membuatnya batal menikah dengan Raden Inu! Dan kasihan sekali pengawal yang ikut difitnah oleh Galuh Ajeng itu, dia harus rela diusir dari istana karena dituduh bercinta dengan Candra Kirana! Hwahahahaha⊠Raden Inu Apa? Apa kamu bilang? Benarkah yang kamu bilang itu? Penyihir YeeeâŠlo siapa ikut-ikut campur? Raden Inu Aku Raden Inu yang kamu maksud tadi. Jadi sebenarnya ini semua ulah Galuh Ajeng? Marah Penyihir Wadduh, mampus gue!! Dia sudah dengar semuanya!! Raden Inu âAyo! Kamu sekarang ikut aku!!â ADEGAN 7 Raden Inu yang telah memperoleh kebenaran cerita segera datang ke Istana Daha. Raden Inu Tuanku, sebenarnya apa yang terjadi pada Candra Kirana? Kenapa anda mengusirnya? Raja Daha Saya yakin kamu tidak akan mempercayai berita ini. Dia sudah menghianatimu! Raden Inu Tidak! Itu tidak benar, tuanku! Candra Kirana sudah difitnah oleh Galuh Ajeng! Raja Daha kenapa kamu bicara gitu? Kamu tahu darimana? Raden Inu Membawa penyihir kehadapan Raja Daha Ini! Ini adalah penyihir yang dibayar oleh Galuh Ajeng untuk mengutuk Candra Kirana. Dan dari penyihir inilah saya tahu bahwa Galuh Ajeng juga yang menfitnah Candra Kirana! Heh, ayo ngakuâŠ. Mendesak si penyihir Penyihir Iya, itu benar tuanku⊠Raja Daha Murka dan berteriak GALUH AJENG!!!! Ajeng Iya, apa, kok sampai teriak-teriak gitu? Ajeng kan belum budek. Masuk ruangan dan kaget melihat si penyihir Loh, kamu? Raja Daha Kenapa kaget? Dia temanmu kan? Sekarang Papa sudah tahu semuanya! Kamu sudah menfitnah saudaramu sendiri! Sekarang, kamu pergi dari Istanaku! Pergi! Menunjuk Penyihir Kecuali kamu!! Kamu boleh tinggal di Istana ini! Penyihir Yang benar, tuanku? Gembira Raja Daha Iya! Tapi tinggal di penjara Istanaku! Selamanya! Ajeng Bersimpuh di kaki Raja Daha Pa, maafkan Ajeng PaâŠAjeng ngaku salah. Jangan usir AjengâŠ..â Raja Daha Lenyaplah dari sini! Jangan pernah tunjukkan wajahmu itu di wilayah kerajaanku!! Raden Inu, tolong bawa mereka berdua!! Raden Inu â Baiklah, tuanku.â ADEGAN 8 Setelah itu Raden Inu mengembara mencari Candra Kirana. Hingga akhirnya dia tiba di suatu Desa dan dia menemukan sebuah pondok. Raden Inu Ah,âŠdi sana ada pondok! Mungkin aku bisa numpang istirahat di sana untuk sementara waktu dan setidaknya aku mendapat seteguk air. Aku merasa lelah sekali setelah berjalan sejauh ini. Menghampiri pondok itu Permisi!!... Kirana Iya, sebentar⊠membuka pintu Raden Inu Loh, kamuâŠ.Candra Kirana? Kirana Raden Inu? Kenapa bisa ada di sini? Raden Inu Itu tidak penting. Yang jelas aku gembira karena sudah menemukanmu. Berhari- hari aku mencarimu. Ayo, pulangâŠKebenaran sudah terungkap. Ayahmu sudah menunggu, dia tidak sabar ingin bertemu denganmu. Kirana Terimakasih banyak, karena kamu sudah menyelamatkanku. Nenek Siapa, Kirana? Kirana Oh, NenekâŠkenalkan ini adalah Raden Inu yang Kirana ceritakan waktu itu. Dia menjemput Kirana untuk pulang nek. Tapi, Kirana tidak tega meninggalkan Nenek sendirian. Nenek Tidak apa-apa, Kirana. Kamu pulanglah, pasti kamu merindukan keluargamu. Raden Inu Begini saja, Nenek akan kita bawa ke Istana dan hidup bersama kita bila kita nanti menikah. Nenek, ayo kita pergi ke Kerajaan Daha. Akhirnya Mereka bertiga kembali ke Istana kerajaan Daha. Dan tidak lama kemudian, Raden Inu dan Candra Kirana menikah dan hidup bahagia untuk selamanya. ^_TAMAT_^ Maaf kalo acak-acakan Karena udah diedit berkali2 ga bisa rapih2 juga di Blognya -__- Kalo mau baca versi rapih nyaa buka link di bawah ini yaa Selanjutnya aku akan berbagi foto-foto saat penampilan drama kitaaa ' 5 Pemain Pas Mau Goyang Dumang Dialog 2 Pemain Antagonis Dialog Ajeng dan Kirana Dialog Raja Daha dan Galuh Ajeng Galuh Kirana dan Penyihir Jahat Raden Inu lagi menunggu kepastian wkwk D Mbok Rondo dan Galuh Kirana Mbok Rondo kok kayak orang sakit yakk -_- """ Para Penonton Para Penonton 2 After selesai tampil, foto-foto buat kenangan '
Ilustrasi Teks Drama Singkat 6 Orang, sumber foto Jon Tyson by adalah salah satu karya seni peran yang memberikan pengalaman menakjudkan bagi pemain maupun penontonnya. Contoh teks drama singkat 6 orang bisa dijadikan alternatif untuk dipentaskan di pertunjukan teater. Saat bermain drama, maka dibutuhkan kemampuan akting yang baik dalam memerankan tokohnya. Tidak hanya itu, seorang pemain drama perlu menghafalkan dialog agar pementasan drama bisa berjalan baik dan benar. Jadi, bisa dikatakan bahwa memainkan drama bukan hal yang mudah. Dibutuhkan niat dan usaha yang sungguh-sungguh untuk menampilkan pertunjukan yang memukau bagi penonton. Bagi kamu yang sedang mencari contoh teks drama untuk 6 orang, simak penjelasannya di artikel DramaMengutip buku Think Smart Bahasa Indonesia oleh Kusmayadi 2007, teks drama adalah salah satu karya sastra yang bertujuan untuk menggambarkan kehidupan melalui akting dan dialog. Dengan menonton drama, penonton seoalh-olah melihat kejadian nyata dalam kehidupan masyarakat. Sebab, cerita di dalam drama diambil dari potret kehidupan sehari-hari yang penuh dengan suka dan beberapa unsur yang membangun drama, seperti tokoh, alur, dialog, dan latar. Dengan adanya beragam unsur tersebut, maka sebuah drama bisa disajikan secara komplit dan Teks Drama 6 OrangJudul Drama Titip AbsenPemeran Zahra, Nurul, Azizah, Ibu Fatma, Danang, FahriIlustrasi Teks Drama Singkat 6 Orang, sumber foto Kyle Head by mata kuliah teknologi informasi, Danang sering bolos dan tidak mengerjakan tugas. Namun, ia tidak pernah mendapatkan masalah karena selalu titip absen dan titip nama setiap diberikan tugas oleh Bu Fatma. Suatu hari, Danang berada satu kelompok dengan Zahra, Nurul, Azizah,dan âSi Danang nggak masuk lagi, ya?âAzizah âIya, dia selalu absen kalau pas pelajarannya Bu Fatma.âNurul âKenapa bisa begitu?âAzizah âMasak kamu nggak tahu, sih?âNurul âNggak tahu. Emang kenapa?âZahra âCoba deh tanya sama teman dekatnya.â Zahra menunjuk yang sadar dengan obrolan tersebut akhirnya ikut nimbrung. âDanang pernah kepergok ngempesin ban motor, eh nggak tahunya ternyata itu ban motor punya Ibu Fatma.âAzizah âWah, gila. Parah banget kalau sampai kayak gitu.âNurul âAku nggak nyangka, ternyata Danang anaknya bandel banget.âKeesokan harinya, Bu Fatma membagikan daftar kelompok untuk presentasi. Ternyata, Danang satu kelompok dengan Azizah, Nurul, Zahra, dan âYaahhâŠ. Kita satu kelompok dengan Danang.âZahra âDia itu nggak mau tahu kalau ada tugas begini.âFahri âGini aja deh, nanti aku coba ke kosannya. Siapa tahu dia mau berubah.âNurul âOke, semoga dia mau ambil bagian buat ngerjain tugas.âMalam harinya, Fahri datang ke kosnya Danang. Kedatangannya yang tanpa pemberitahuan membuat Danang sedikit âGimana, Nang? Kok nggak pernah masuk pas mata kuliahnya Bu Fatma?âDanang âAku malu banget, Ri. Takut disindir-sindir di depan kelas.âFahri âBu Fatma sudah maafin kamu, kok. Oh iya, ada tugas kelompok, nih. Kamu ngerjain, ya!âDanang âAku masih takut buat masuk kelas, Ri.âFahri âKamu takut apa, sih? Kamu nggak masuk terus, apa nggak kasihan sama orang tua kamu? Mulai sekarang, pikirin gimana perasaan orang tua kamu kalau tahu bolos begini.âDanang âOke, deh. Minggu depan aku masuk. Nanti kamu kirimkan file tugasnya lewat Whatsapp ya.âFahri âNah, gitu dong. Makasih, Nang.âAkhirnya, Danang mau mengerjakan tugas bersama dengan teman-temannya. Bu Fatma juga sudah memaafkan kesalahan Danang. Akhirnya, tidak ada lagi mahasiswa yang titip absen di naskah drama 6 orang yang disebutkan di atas bisa dijadikan inspirasi bagi kamu yang sedang ingin bermain drama. Jangan hanya terpaku pada penghafalan dialog, tetapi juga ekspresi dan gerak-gerik juga perlu diperhatikan. DLA
Zaman dahulu di sebuah kerajaan yang dikelilingi hutan deras, hiduplah koteng putri bernama Arina dan saudaranya Aji Coral. Mereka yaitu pecinta pangan nan mengelilingi kerajaan mereka. Hutan itu dipercaya menggudangkan sebuah intan buatan yang mempunyai kurnia magis nan dapat melindungi dunia agar tetap menjadi tempat yang dapat dihuni bani adam. Suatu tahun tentara barbarian dari kerajaan lain menyerang jenggala bakal mencari kristal itu. Legiun kerajaan lain berhasil mengecundang mereka, semua armada gugur. Putri Arina meminta sambung tangan dari Putri Scarlett pecah Kerajaan Avend cak bagi mencegah bala barbarian itu. Ratu Scarlett lekas datang melalui jalur laut agar aman. Arina âScarlett, hasilnya kau datang .. Bagaimana perjalanan mu? Apakah kerukunan?â Scarlett âLampau kerukunan, walaupun angin ribut di tengah laut, kapal kami baik baik sajaâ Coral âArina, mengapa kau tak ucapkan selamat hinggap? .. Selamat datang dan terimakasih kau menyisihkan waktumu bagi kamiâ Scarlett âTak barang apa, Coral .. terimakasih pulaâ Arina âMaafkan aku, kau agar beristirahat setelah pelawatan jauhmuâ Scarlett âTerimakasih, Arina .. Ini pengawal dan penasihatku, Alezo dan Thomas .. â Alezo âSalam kenal Putri Arina dan Pangeran Carolâ Thomas âSebuah kehormatan kami dapat membantu andaâ Scarlett âPara pasukanku mutakadim berkumpul di dasar persil bersama pasukanmu, mereka lebih cucu adam, mereka yang terbaikâ Coral âBenarkah? terimakasih banyak, Putri Scarlettâ Arina âAku senggang kaulah nan terbaik.. Cilia, antarkan Scarlett, Pengawal, dan Penasihatnya ke ruang tamu yang telah disiapkanâ Cilia âBaik, Perawanâ Malam haripun tiba, barisan kekaisaran berjaga agar kastil tetap aman. Semua anggota kerajaan beristirahat kecuali Arina, Carol, Scarlett, Thomas, dan Alezo masih terjaga, mereka akan melakukan balasan esok pagi. Cilia masih di sana untuk membantu Arina apabila membutuhkan sesuatu. Scarlett âSeribu bala berkuda diluncurkan dari sisi paksina, dan seribu mulai sejak timur .. para barbar sangat banyak terbit sana. Sepuluh ribu pasukan pemanah dan barisan lamina besi berbunga barat, disanalah tentara barbar terkuat dan pemanahnya berkumpul. Panca ribu ialah pasukan Zirah Baja, mereka bisa mengajuk di belakang karena mereka yang terkuat.. Aku yakin tidak sampai satu jam, hutan kalian tahir terbit penyerangâ Carol âAku demen tulang beragangan itu, kami mempunyai meriamâ Scarlett âUtara, Timur, dan Barat masing masing dua, dan lainya ke sebelah laut.. Barisan kami sisanya akan berjaga di istanaâ Thomas âKau lihat kegenturan Upik kami?â Alezo âKami semua hanya perlu menonton untuk menangâ Scarlett âAlezo, Thomas, kalian turut denganku ke hutanâ Alezo âTapi, cewek..â Scarlett âKau harus menonton kejayaan secara langsungâ Thomas âAku akan pelahap melindungimu, Putriâ Alezo âBa..baiklah..â Arina âAku sudah lalu tahu, sebuah keberuntungan dapat mengenalmu, Scarlettâ Scarlett âKami semua sudah siap sejak kau mengangkut kami surat, Arinaâ Arina âCilia, berikan kami teh lagiâ Cilia âBaik, aku akan menyiapkan teh yang terbaikâ Scarlett âIde yang bagus, mari minum teh dulu sebelum tidurâ Sehabis bersampingan kecil, mereka minum teh bersama dan lekas istirahat untuk pagi yang indah esok. Pagi kembali masa mulai. Semua pasukan sudah diberi komando dari Scarlett bagaimana strategi penyerangan. Scarlett pula ikut ke kerumahtanggaan pemberontakan itu. Alezo dan Thomas kukuh di pantat Scarlett. Bidasan dimulai dan semua tentara barbar dapat ditaklukan beberapa lama kemudian. Nona Arina dan Carol memencilkan menuju hutan. Scarlett âBarbarian yang lemah, mereka lain signifikanâ Arina âAku tahu kau yang terhebat, semata-mata jangan mencerca mereka sedemikian ituâ Carol âKamu mengatakan hal yang invalid baikâ Scarlett âLihat mereka, bagaimana semua pasukanmu gugur dengan mereka?â Arina âScarlett, banyak talenta di pakaianmuâ Scarlett âInilah pertempuran, Arinaâ Carol âSepertinya anda perlu istirahatâ Scarlett âTidak perlu, aku harus mendapatkan kristal ituâ Arina âSegala katamu?â Scarlett âAku hsrus lanjutkan pencarian kristal ituâ Carol âJadi, kau pun mengincar kristal itu?â Scarlett âAyolah, barbarian itu selayaknya kepingin mereservasi wana ini .. kalian yang salahâ Arina âBintang sartan kauâŠâ Scarlett âKau tahu apa, arina?â Carol âBarbarian itu sempat Scarlett akan mencacat kami, Barbarian mencoba mereservasi jenggala, dan kau mengirim tindasan, Arina .. Pantas sekadar mereka sampai tinggal cepatâ Scarlett âAku sudah lalu bilang bahwa kami semua sudah siap saat kau mengirimkan surat, Arina ⊠Hahaha, Tom, Alezo, dukung merekaâ Scarlett melanjutkan penguberan batu belanda hutan itu. Dan jadinya engkau menemukan kristal itu. Scarlett âLihatlah benda ini, seperti itu indah .. bagaimana jika benda ini mengabu? hutan akan hancur? dunia akan hancur? apa nan terjadi? .. Aku sedemikian itu penasaran dengan benda ini .. ahahaha, it donân matter, aku sudah memilikinya.. aku bisa buat apa sajaâ Cilia âJangan senggol benda ituâ Scarlett âKau? Siapa namamu? Cilia?â Cilia âKalau benda itu kau sentuh, semuanya di imperium ini akan bertaraiâ Scarlett âKau pasti berbohongâ Cilia âAku serius, tuan putriâ Scarlett âTerimakasihâ Cilia âBagi apa?â Scarlett âAku sempat kaidah menghanyutkan imperium ini dengan mudah, dan aku akan memperluas kerajaanku sampai di siniâ mencekit batu belanda Cilia âMaksudku .. semuanya akan mengabu, kau juga, tuan dayang begitu lagi akuâ Scarlett âApa!? Kau etis benar pilonâ Semua tumbuhan menjadi hitam seperti kristal nan kehabisan kilaunya. Kerajaan tenggelam dan semuanya sirna. Scarlett yang serakah ikut tenggelam. Arina dan Coral nan berprssangka buruk pada barabarian ikut hancur dengan kerajaan itu. Makara, dapat disimpulkan bahwa kita tidak dapat mensyaki buruk sreg semua orang, sekadar malah mempercayai hamba allah yang serakah. Mereka semua, baik orang yang suka berprasangka buruk maupun orang nan serakah tak akan bahagia n domestik hidupnya dan lagi merugikan orang â orang tak bersalah. The End..
Batu menangis Alkisah hiduplah seorang janda tua bersama anak gadisnya yang bernama Laras, dewi, dan Ana di sebuah desa terpencil Kalimantan barat. Mereka tinggal di sebuah gubuk di ujung desa, sejak ayah laras meninggal, mereka hidup sebatang kara. Maka dari itu ibupun rela bekerja di sawah untuk menghidupi mereka sedangkan laras adalah gadis yang manja. Ibu âLaras, bangunlah nak, lihatlah ayam sudah berkokok, apakah kamu tidak malu dengan ayam?â Laras â ibu, aku kan sudah besar, biarlah aku hidup seenaknyaâ. Dewi âkakak, janganlah membantah perintah ibu!!â. Laras âkamu ini masih kecil aja udah blagu!, awas kakak mau mandi dulu!â Dewi âkakak mau mandi aja laporanâ Setelah beerapa menit kemudian Laras âdududu wahhh.. ternyata aku adalah ora tercantik di kampong ini.â sambil menatap kacanya Dewiâih..kakak pedenya over dehhâ. Laras âbanyak omong kamu dek, emang iya kakak paling cantik di kampung ini!â Dewi âoh seperti itu..lalu??â Laras âah, blagu kamu dek!, eh ana menurut kamu kakak cantik tidak?â sambil mendekati ana yang sedang menyapu Ana â iya kak, kakak emang cantik, tetapi lebih cantik jika mau membantu ibu, pasti lebih cantikâ. duduk dan berhenti menyapu Laras âapa maksudmu? melotot katakana sekali lagi!!!menjambak Anaâ aduhhhâŠkaak..sakit, maafin anan kakâ Dewiâ makanya nggak usah urusan sama kakakâ Larasâ hahaha..ayo wi, kita pergi sajaâ Kemudian laras meninggalkan ana adiknya, dan kembali mengagumi kecantikanya. Padahal dia anak tertua, tetapi tidak mau membantu ibunya. Ibu ânak, ayo bantu ibu bekerja di sawahâ ajak ibu Larasâke sawah?? Aku tidak mau nanti kuku dan kulitku yang cantik ini terkena lumpur. Pergi saja saa bareng dewi dan ana, aku tidak mau!!â. Ibuâ laras memangnya kenapa kalau kuku dan kulitmu kotor?, dewi dan ana saja yang membantu ibu pergi ke sawah terkena lumpur saja alhamdulilah sampai sekarang ia baik-baik saja.â Dewiâ udah kak, nurut saja nanti juga di sawahketemu arman pujaan gati kakak hahaâ Larasâah âŠbiarin biar ana saja yang ikut ke sawah atau kamu, aku tidak mau pergi ke sawah ibu!kalau mau ke sawah yaudah pergi saja sendiriâ. Ibu âduduk dan mengusap dada lemasâ Haripun sudah menjelang siag, laras pun teringat dengan alat kecantikanya yang habis, tak lama kemudian ibu dan ana adiknya dating da laras pun menghmpiri ibu dan ana yang baru sampai di depan pintu yang kelihatan lelah. Larasâbu alat-alat kecantikan ku sudah habis, ibu haris segera membelikan yang baru Ana dan dewiâ kak, ibu saja baru pulang, seharusnya kakak menghargai ibu sedikit .â Ibuâ laras, ibu masih lelah, besik saja pasti ibu belikanâ Larasâtidakk mau!!! Aku ingin sekarangâ Ana âkakak! Ibu kan capekâ Ubuâ sudah sudah, taka apa-apa dewi, ana biar ibu beli, tapi laras, tapi ibu tidak tahu alat kecantikan apa yang dimaksud kamu harus ikut yaâ LarasâyaâŠaku mau ikut kepasar, tapi dengan satu syarat kalian harus berjalan dibelakangku.â Dewiâ maksud kakak??â Larasâiya, kalian harus berjalan dibelakangku, malu la aku berjalan dengan kalian !â Dewi âlo kenapa harus malu? Bukankah kita ini saudara kandung?â Larasâkalian ngaca dong!!, lihat saja wajah kalian yang tak terurus dan pakaian kalian yang sangat kotor, apalagi ibu yang sudah keriput, jelek, kotor, aku malu ibu.â Walaupun sedih tapi sang ibu pun menuruti permintaan anaknya, setelah itu berangkatlah ke pasar, laras yang berjalan didepan dan ibu dan kedua adiknya dibelakang membawa keranjang. Laras bertemu dengan temanya yang tinggal satu kampong denganya Armanâ hai larasâŠhendak kemana kamu?â Larasâ ke pasar, kepo loâ Arman â lalu siapa yang di belakangmu?ibumukah?â Larasâtentu saja buka,!mereka pembantu-pembantukuâ Armanâ laras sudah cantik, baik, enak lagi hidupnya, belanja aaja ada yan bawainâ Larasâhaha, gitu dehâ Arman âyaudah sana belanja dulu!â Larasâoke, ayo duluanâ Anaâsabar ya bu senebari memeluk ibukakak!! Kenapa kakak berbicara seperti itu pada kami, kami bukan pembantu kak!! Larasâudah diam, nggak usah mempermalukan aku disiniâ Laksana disambar petir ibu mendengar ucaoan putrinya, tapi dia hanya terdiam sambil menahan rasa sedih, setelah itu mereka melanjutkan perjalananya. Pedagang buah âayo nengâŠbuahnya, buahnya!!â Larasâoh terimakasihâ Pedagang buah â silakan neng, dipilih buahnya, dijamin manis kaya yang beliâ Larasâah bisa aja hahaâ Pedagang buahâ pasti neng hahaâ Larasâini uangnya bangâ Pedaagangâterimakasih neng semoga neng tambah cantiiikkkâ Larasâayo pembantu-pembantuku, sekarang giliran ke tempat kosmetikâ Ibudiam sejenak Dewiâibu-ibu kenapa?â Sang ibu tetap saja tidak mau menjawab pertanyaan anaknya, ternyata ia sedang berdoa pada tuhan, agar menghukum anaknya yang durhaka itu, berikan ia hukuman yang setimpal padanya, laras melihat mulut ibunya yang komat kamit sambil menadahkan kedua tangaya. Larasâhei!!!! Ibu sedang apa? âsambil membentak dan menoleh pada ibu Doa sang ibuâ ya tuhan, ampunilah hambamu yang lemah ini, hamba sudah tidak sanggup lagi menghadapi sikap anak hamba yang durhaka ini, berilah hukuman yang setimpal padanya. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba langit menjadi mendung, petir menyambar-nyambar, dan suara Guntur bergemuruh memakan telinga, hujan deraspun tuurun pelan-pelan, kaki laras berubah menjadi batu, laraspun panik. LarasâibuâŠibuâŠapa yang terjadi dengan kakikubu??!!, aduh, kerass sekali bu..maafkan laras bu. Laras janji tidak akan mengulangi perbbuatan laras lagiii ,..â Seketika tubuh laras berubar menjadi batu, dan kedua matanya terus mengeluarkan air, sehingga di sebut BATU MENANGIS.
cerita rakyat 6 orang